Selasa, 12 November 2013

Tentang Waktu Dan Rahasia Sukses

Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Allah.
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.
man jadda wa jada
Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang telah diberikan TUHAN, sungguh ia adalah karunia yang sangat berharga untuk kita, waktu yang telah terlewat tidak akan bisa di ulangi lagi, jadi manfaatkanlah waktu dengan sebaik-baiknya. Bersungguh-sungguhlah dalam berusaha dan beramal, sudahkah kita berusaha dengan total ?.. sudahkah action kita maksimal?.. sekaranglah saatnya total action sobat ! Man Jadda Wa Jada “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil.

Meningkatkan Motivasi dengan Mengingat Mati

Betapa banyak dari manusia saat ini yang lupa dan seolah mereka akan hidup selamanya. Sehingga mereka bermalas-malasan untuk melakukan amal, pelit dalam berinfaq, dan cinta harta dunia. Ini semua dikarenakan lalainya manusia dari kematian. Padahal sering sekali kita mendengar berita kematian seseorang, tak peduli apakah anak-anak maupun orang tua, Jika sudah ajalnya, mereka pasti meninggalkan dunia untuk selamanya. Hal ini senada dengan firman Alloh: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, ken-datipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa`: 78).
Suatu hari Sahabat Umar bin Khattab duduk bersama Rosululloh. Kemudian datanglah seorang sahabat Anshar. Seraya memberi salam ia berkata: “Wahai Rosululloh, mu’min yang seperti apa yang paling utama?”. Beliau menjawab :”Yang paling baik akhlaknya”. Sahabat itu bertanya lagi: “Mu’min seperti apakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab: “Muslim yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik mempersiapkan diri untuk sesudah kematian itu, mereka itulah orang-orang yang cerdas”(Diriwayatkan Imam al-Qurtubi dalam al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah dan dihasankan oleh Al-Albani).
Nabi menyebut orang  yang ingat kematian dan mempersiapkannya itu sebagai orang cerdas, sebab orang seperti itu mengetahui hakikat hidup, dan menghindar dari tipuan-tipuan kehidupan.
Dalam sebuah hadits lainnya, Rosululloh SAW bersabda: “Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu kematian.” (HR. Turmudzi).
Hadis Nabi SAW tersebut merupakan nasihat sekaligus peringatan. Bahwasannya mengingat mati itu perintah, sebab orang yang teringat kematian dengan sebenarnya pasti dirinya akan termotivasi untuk mengurangi sifat-sifat tamaknya terhadap dunia dan menghalanginya untuk berangan-angan yang tak berujung. Hadis itu juga peringatan bahwa, betap sakarotul maut itu sungguh ujian yang dahsyat dan dapat memutus segala kelezatan yang selama ini kita rasakan dalam kehidupan dunia. Tentang dahsyatnya sakarotul maut, mari kita simak firman Alloh SWT berikut ini:“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), ‘Keluar-kanlah nyawamu”. (QS. Al-An’am: 93).
Begitulah bagaiman maut itu menjemput orang dzalim. Seperti kulit terkelupas secara pelan-pelan dari ujung kaki hingga kepala.
Mari Introspeksi
Setelah kita mengingat bahwa kematian dapat datang kapan saja, mari kita sejenak introspeksi dan menghisab (hitung) amal kita. Apakah selama ini kita sudah banyak beramal kebaikan atau justeru keburukan yang kita lakukan. Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadapi kematian? Dan apakah kita yakin kebaikan kita diterima oleh Alloh, atau justru amal baik kita sia-sia bagai debu yang beterbangan?
Maka segeralah beramal
Ya.. tak ada waktu lagi bagi kita untuk berleha-leha dan bermalas-malasan dalam berbuat kebaikan. Dan sebenarnya hal ini pernah dikatakan oleh Ibn Umar: “Jikalau engkau berpetang-petang, maka janganlah engkau menanti-nantikan waktu pagi dan jikalau engkau berpagi-pagi, janganlah engkau menanti-nantikan waktu petang – yakni untuk mengamalkan kebaikan itu hendaklah sesegera mungkin. Ambillah kesempatan sewaktu engkau berkeadaan sihat untuk mengejar kekurangan di waktu engkau sakit dan di waktu engkau masih hidup guna bekal kematianmu.” (HR. Bukhari).

Dimanakah Bahagia Itu Berada ?

bahagia
Orang sakit menyangka, bahagia itu terletak pada kesehatan.
Orang miskin menyangka, bahagia itu terletak pada harta kekayaan.
Rakyat jelata menyangka kebahagiaan terletak pada kekuasaan.
Orang biasa menyangka bahagia terletak pada kepopuleran.
Dan banyak sangkaan-sangka­an lain mengenai di mana letak KEBAHAGIAAN
Kita ingin merasa bahagia. Tapi dimana mencarinya?…
Ada yang mencari kebahagiaan sambil berwisata ke gunung…
Ada yang mencari di pantai…
Ada yang mencari ditempat yang sunyi…
Ada yang mencari ditempat yang ramai…
Kesenangan dan kebahagiaan sebenarnya ada pada diri sendiri, tergantung pada kesehatan jiwa. Jiwa adalah kekayaan yang termahal. Kesucian jiwalah yang menyebabkan kejernihan diri, lahir dan batin.
Indikasi jiwa yang sehat akan tampak melalui mata, yang memancarkan cahaya, timbul dari hati yang bersih, tidak mengandung dendam.
Bagaimana membahagiakan jiwa ?
Islam telah merumuskannya.
Pertama,
Memperbanyak amal shalih.
Janji Allah swt. “Barang siapa mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya  akan kami balas mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (QS.  An-Nahl: 97).
Imam Qurthubi mengatakan bahwa kehidupan yang baik (hayatan thayyibah) dalam ayat diatas, tersimpul dalam keadaan ketentraman hati dan jiwa (rahatul qalb wa tuma ninatun nafs), rasa cukup atas pemberian Allah (Qana ah birizqillah),merasakan kelezatan ibadah (idraku lazzatil ibadah), kesenangan hati (saadatul qalb), dan lapang dada (insyirahu shadr).
Kedua,
Menyadari dan menanamkan hakikat kehidupan.
Diantara hakikat hidup menyebutkan bahwa kesusahan itu terletak antara dua kesenangan, dan kesenanganpun terletak diantara dua kesusahan. Atau dengan kata lain, dalam kesenangan tersimpan kesusahan, dan dalam kesusahan ada unsur kesenangan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.
Dengan begitu hati kita akan terus merasakan lapang. Ini salah satu kunci istimewa kaum beriman yang menjauhkan jiwa kita dari kekhawatiran yang berlebihan.
Ingatlah pada sabda Rasul saw, “Keadaan kaum beriman itu menakjubkan , semua masalah baginya adalah kebaikan belaka. Bila diberi kebahagiaan dia bersyukur. Itu adalah baik baginya Dan bila ditimpa kesusahan ia bersabar. Dan itupun baik baginya. Tidak ada yang memiliki keadaan seperti itu kecuali seorang mu’min”.
Ketiga,
Memperbanyak dzikir kepada Allah.
Dzikir adalah sebab paling besar yang pasti mampu melapangkan dan menenangkan hati. Dzikir  yang paling baik adalah membaca Al-Qur’an, memahami dan mendalami kandungannya. “Yaa ayunannasu qad jaatkum mau izatun mirrabikum wa syifaun lima fi shudur”
Keempat,
Bersandarlah pada Allah (at-Tawakkul).
Tumbuhkan percaya dan yakin pada kemurahan Allah, niscaya akan hilanglah bayangan negatif, dugaan dan prasangka, sehingga mengistirahatkan anggota tubuh kita. Yakinlah janji Allah swt, “Wa man yatawakkal alallah fahuwa hasbuhu (QS. Ath-Htalaq:3). Artinya : akan dijamin semua apa yang menjadi obsesinya, baik masalah dunia maupun agamanya.
Kelima,
Bergaulah dengan orang-orang shalih dan baik.
Ketahuilah, pergaulan mampu membentuk tingkat kepercayaan dan mengarahkan keyakinan sesorang.
Bahkan pergaulan menjadikan syarat utama bagi pembentukan batin. Kebersihan jiwa akan terpelihara dengan teman yang juga baik jiwanya.
Imam Ghazali mengatakan, bila anda ingin memilih teman yang baik, perhatikan dalam lima hal:
Akalnya, kelurusan pekertinya, kebaikannya, tidak ambisi dunia, dan tidak dusta.
Kenam,
Jangan berlebihan dalam berangan-angan.
Terlalu berlebihan dalam angan-angan pasti mengurangi ingatan pada akhirat. Akibatnya jiwa menjadi lemah, kreatifitas tumpul, dan tubuh menjadi malas. Lalai terhadap akhirat berarti lupa menunaikan perintah Allah, dan miskin amal shalih.
Rosul berpesan, “Jadilah anda di dunia seperti orang asing dan seorang yang tengah mengembala”.

Jangan Terlalu Banyak Menunggu

menunggu
Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum
Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
Jangan menunggu kaya, baru mau beramal
Tapi beramal lah, maka kamu semakin kaya.
Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak
Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli
Tapi pedulilah dengan orang lain, maka anda pasti akan dipedulikan.
Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia
Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis
Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
Jangan menunggu proyek, baru bekerja
Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu.
Jangan menunggu dicintai, baru
mencintai
Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai.
Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang
Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera.
Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.
Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
Jangan menunggu sukses, baru
bersyukur
Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
Jangan terlalu banyak menunggu, sudah saatnya total action untuk kita !!!

Kisah Sebuah Wortel, Sebutir Telur dan Secangkir Kopi


Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah teratasi, akan timbul masalah baru.
Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua, dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu sampai ketiga air di panci kembali mendidih.
Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu. Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring. Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya sambil berkata : “Katakan apa yang kamu lihat.”
Putrinya menjawab : “Wortel, telur dan kopi”.
Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan wortel itu. Wortel itu menjadi lembek. Ibunya kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus. Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan keharuman kopinya.
“Apa arti semua ini, ibu?” tanya putrinya.
Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda punya reaksi berbeda.

Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak berperasaan”. Namun setelah direbus dia menjadi lunak dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah. Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena unik, ia menjadi air setelah direbus.”
“Termasuk yang mana kamu, anakku?” kata ibu pada putrinya. “Jika kemalangan mengetuk pintumu, bagaimana kamu meresponnya? Apakah kamu seperti wortel, sebutir telur atau biji kopi?”
Camkan Hal ini :
Termasuk yang mana aku ini? Apakah seperti wortel yang terlihat keras namun ketika dihadang masalah dan kemalangan aku menjadi lemah dan kehilangan kekuatanku?
Apakah hatiku rentan seperti isi telur, namun ketika “dididihkan” oleh kematian, perpisahan, masalah keuangan atau ujian-ujian lainnya menjadikan hatiku kuat? Apakah dinding luarku masih terlihat sama namun kini didalam aku menjadi seorang yang gigih dan berjiwa keras? Atau aku mirip dengan biji kopi? Biji kopi sebenarnya mengubah air panas disekitarnya, yaitu keadaan yang membawanya dalam kepedihan. Ketika air mulai mendidih, maka dia mengeluarkan aroma dan rasa kopi yang nikmat.
Bila keadaan menjadi kian memburuk, mampukah kalian mengubah situasi di sekitar menjadi suatu kebaikan? Ketika hari kian gelap dan ujian semakin meningkat, apakah kalian mengangkat diri sendiri ke tingkatan yang lain? Bagaimana kalian menangani masalah-masalah hidup yang datang silih berganti? Apakah kalian mirip sebuah wortel, sebutir telur atau biji kopi?
Semoga kalian mempunyai cukup bekal kebahagiaan untuk membuat hidup terasa indah. Cukup ujian agar membuat kalian kuat, cukup kesusahan agar kalian lebih manusiawi, dan cukup harapan untuk membuat kalian mampu bertahan hidup.
Ketika dilahirkan, bayi menangis disaat semua orang tersenyum menyambut kehadirannya. Menangkan hidup ini agar diakhir perjalanan nanti kita bisa tersenyum ketika semua orang disekitar menangis.
Dunia ini memang panggung sandiwara, kita dan semua yang kita lihat hanyalah ilusi yang penuh dengan kiasan-kiasan. Kita bukan siapa-siapa, kita bukanlah seperti yang kita sangka. Kita hanyalah bayangan-bayangan, pujilah Dia Yang mampu membuat bayangan-bayangan bisa mendengar, melihat, merasa, berbicara, dan berbuat apa saja. Bukalah hati, mata dan pikiranmu semasa di dunia, karena siapa yang buta hatinya di dunia, di akhirat nanti akan semakin dibuat buta oleh Tuhan-nya

Saatnya Total Action “Merubah Impian Menjadi Kenyataan”

saatnya total action adalah kata – kata motivasi yang mengingatkan kita akan pentingnya total action,  tentunya bukan sekedar kata-kata tapi harus benar-benar kita lakukan untuk mewujudkan impian kita, sama seperti kata tersebut saatnya total action harus  kita wujudkan dalam aksi nyata dalam kehidupan agar impian bisa berubah menjadi kenyataan. Siapa sih yang tidak punya impian atau keinginan, semua orang pasti memilikinya dan kita semua berhak memilikinya, tidak ada batasan dan larangan tentang impian, tapi yang harus kita ingat bagaimana usaha kita dalam meraih semua mimpi-mimpi kita tersebut.
Yang harus kita tanamkan dalam alam bawah sadar kita adalah Action, Action dan Action, jangan ada lagi kata ah.. nanti dulu aku masih muda kok, jangan lagi, bukan saatnya lagi kita bermalas-malasan kalau mau sukses usaha kita harus total, jangan setengah-setengah, malas adalah sifat dari orang yang tidak mau maju, sudah saatnya kita membuang jauh-jauh rasa itu :-) rasa apa?.. rasa malas di dalam diri. mari kita tulis impian-impian kita, mari kita atur rencana sesuai dengan impian yang ingin kita raih, mari kita siapkan dari sekarang sarana dan alat untuk meraih impian kita tersebut, satu lagi yang harus kita tanamkan, impian takkan bisa diraih tanpa Action nyata, Action yang benar-benar Action bukan sekedar omong kosong, karena Saatnya Total Action !!! Untuk Kita dan Untuk Impian-impian Kita.
Dalam BerTotal Action yang harus kita ingat bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, tidak ada batasan dalam action dan juga tidak ada batasan dalam kegagalan, 10 kali action dengan 10 kali kegagalan adalah hal biasa itu yang namanya Total, jangan menyerah hanya karena sekali kita pernah gagal, ketahuilah bahwa gagal adalah awal dari kita menapaki tangga kesuksesan, Saatnya kita melangkah demi menapaki tangga Impian, Saatnya kita Total Action, Jangan menangis hanya karena kita tersandung kerikil kecil, mari kita ambil kerikil-kerikil tersebut  terus kita kumpulkan dan kita jadikan bahan bangunan untuk membangun impian-impian kita.
Salah satu penghambat kesuksesan adalah keraguan, untuk itu mulai dari sekarang mari kita buang jauh-jauh keraguan dihati kita, gantilah keraguan dengan keyakinan, yakin akan setiap usaha kita dan langkahkan kaki dengan mantap, tatap masa depan dengan penuh semangat membara, jika sudah tidak ada lagi keraguan di hati maka setiap langkah pasti akan terasa ringan tanpa beban, jika sudah demikian setiap action yang kita lakukan juga akan benar-benar total karena tidak ada lagi penghambat yang namanya keraguan.  yakinlah bahwa saatnya total action adalah langkah menuju sukses.
Impian tanpa usaha hanya akan menjadi angan-angan kosong, usaha tanpa rencana yang matang ibarat berjalan tanpa arah dan tujuan, rencana tanpa kerja keras juga tidak ada gunanya, oleh karena itu saat ini yang kita butuhkan adalah usaha dan kerja nyata yang betul-betul sempurna dan jangan setengah-setengah, semua harus total karena   saatnya total action untuk kita, untuk impian-impian kita dan untuk masa depan kita yang lebih baik, “Terserah orang memandang rendah kemampuan kita. Yang penting! Kita tidak memandang rendah diri sendiri. Jadikan semua itu sebagai cambuk. Buktikan pada mereka! Bahwa kita mampu! kita bisa! ” Man Jadda Wa jada ” Siapa yang bersungguh-sungguh dia pasti akan berhasil”

Selasa, 05 November 2013

Pemenang atau Pecundang ?


Perbedaan antara Pemenang dan Pecundang.

Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi, Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.
Pemenang selalu memiliki program atau rancangan, Pecundang selalu memiliki alasan.
Pemenang berkata “Biarkan saya yang melakukannya untuk anda”, Pecundang berkata “Itu bukan pekerjaan saya”
Pemenang selalu berusaha mencari jawaban dari setiap masalah, Pecundang melihat masalah dalan setiap jawaban.
Pemenang berkata “Ini mungkin susah tapi memungkinkan untuk dilakukan”, Pecundang berkata “Ini mungkin dilakukan tapi terlalu susah untuk dilakukan”.
Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan, ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”, Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan, ia akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”.
Pemenang membuat komitmen-komitmen, Pecundang membuat janji-janji.
Pemenang memiliki visi, Pecundang memiliki mimpi.
Pemenang berkata “Saya harus melakukan sesuatu”, Pecundang berkata “Seseorang seharusnya melakukan sesuatu”.
Pemenang adalah bagian dari tim, Pecundang terpisah dari tim.
Pemenang melihat keuntungan, Pecundang melihat penyakit.
Pemenang melihat kemungkinan, Pecundang melihat masalah.
Pemenang meyakini win-win solution, Pecundang meyakini mereka harus menang orang lain harus kalah.
Pemenang melihat prospek,  Pecundang melihat masa lalu.
Pemenang seperti alat pengatur panas, Pecundang seperti alat pengukur panas.
Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan, Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak.
Pemenang mengutarakan argumen yang kuat tetapi kata yang lembut, Pecundang mengutarakan argumen yang lemah tapi kata yang kuat ( memaksa).
Pemenang menggunakan filsofi :”Jangan melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lakukan terhadap dirinya”, Pecundang menjalani hidup dengan filosofi “Lakukan ke orang lain sebelum orang lain melakukannya ke diri sendiri”.
Pemenang membuat sesuatu terjadi, Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.
Catatan :
Tulisan di atas diperoleh dari Paman Google jadi saya tidak tahu siapa penulis aslinya, akan tetapi isi tulisan di atas, walaupun mungkin baru sebagian kecil saja dari sekian banyak perbandingan lainnya,  saya pikir sangat bagus sebagai acuan kita dalam berbuat karena terus terang saya sendiri kadang-kadang berlaku sebagai pecundang dan kadang-kadang sebaliknya.

Paradigma Kerja


Bekerja Menurut Paradigma Umum & Paradigma Sukses/Wirausaha

Paradigma Umum (Pola 1)

Pola ini dianut oleh 90% orang diseluruh dunia, sedangkan di Indonesia sekitar 97% masyarakat Indonesia menganut pola ekonomi seperti ini.
Orang (90%) kerja hanya memiliki 10% uang yang beredar. Mereka senantiasa bekerja setiap hari untuk mewujudkan Rencana Masa Depan.
Artinya Anda harus terus bekerja untuk menghasilkan uang dan mewujudkan Rencana Masa Depan, mari kita ambil contoh 2 pertanyaan:
  1. Apakah Anda tetap menghasilkan uang jika Anda tidak bekerja?
  2. Seandainya Anda bekerja secara terus menerus perlu berapa tahun untuk mewujudkan Rencana Masa Depan Anda? (coba disimulasikan dengan cara “sesuatu yang ingin Anda beli” dibagi dengan “jumlah uang yang bisa Anda tabung setiap bulanya!”)
Robert Kiyosaki memberi nasehat, jika Anda masih di pola 1 sebaiknya Anda segera mempersiapkan diri masuk ke pola 2 mengapa?
Karena Pola 1:
  1. Pola pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu & tenaga. Kalau suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga ( kecelakaan, sakit, kena PHK, etc ) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Kemudian RMD?
  2. Memiliki penghasilan yg Linier. Penghasilan rata-rata naik 0-20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, tabung gas, air & listrik) naik 80-200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit. Bayangkan, sampai kapan kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita?

Paradigma Sukses/Wirausaha (Pola 2)

Pola ini hanya dianut oleh sekitar 10% orang di dunia tetapi mereka menguasai 90% uang di dunia. Orang (10%) KERJA membangun ASET menghasilkan UANG (90%) untuk mewujudkan RENCANA MASA DEPAN.
Artinya Anda BEKERJA untuk MEMBANGUN ASET. Katakanlah hanya selama 6-12 bulan. Setelah Aset terbentuk walaupun Anda tidak bekerja, Aset akan menghasilkan uang secara terus menerus, selain itu Pola 2 memiliki potensi penghasilan yang tidak terbatas. Jadi pasti Anda dapat mewujudkan Rencana Masa Depan yang Anda inginkan dengan sangat mudahnya
Namun tidak banyak orang yang menjalankan pola 2 ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk membangun ASET. Salah satu diantaranya adalah terbatasnya MODAL dan/atau kurangnya keahlian.

Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri


Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.
Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan.
Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya.
Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.
Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.
Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.
Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.
Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil “sempurna” tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.
Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, “Saya tidak bisa,” menjadi, “Saya bisa!”
Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.
Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.
Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.
Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?
Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita.
Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut.
Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.
Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.
Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.
Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, “La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.n deny riana/mqp
Sumber : http://www.republika.co.id/

9 Kesalahan yang Dapat Menghentikan Perkembangan Diri Anda

Ketika anda mencoba untuk berkembang, sangatlah mudah untuk jatuh lebih dari satu kali dan membuat diri anda terluka dalam perjalanan menuju kesuksesan, kebahagiaan, dan semua hal yang ingin anda raih. Tentunya terdapat beberapa lubang dalam yang harus anda perhatikan dan berhati-hati tentu saja.
Di bawah ini merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan ketika anda sedang berkembang. Saya telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut. Bahkan lebih dari satu kali.
Dengan sharing saya ini, harapan saya semoga anda tidak jatuh ke lubang yang sama seperti yang saya alami.
Sekarang marilah kita bahas 9 kesalahan tersebut :
1. Berpikir Bahwa Anda Telah Mengetahui Segalanya
Hal ini merupakan masalah besar dan dapat menghentikan perkembangan diri anda untuk waktu yang cukup lama. Pikiran-pikiran seperti: “Saya mengerti bagaimana hal-hal bekerja di dunia ini. Saya tidak membutuhkan salesman itu untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Mereka tidak memiliki sesuatu yang baru yang bisa mereka tawarkan. Hanya orang-orang putus asa yang membutuhkan buku tersebut. Ini hanya masalah kesadaran diri saja.”
Pemikiran dan sikap semacam inilah yang akan membuat anda sulit untuk berkembang. Ketika anda membaca buku-buku pengembangan diri dari penulis seperti Anthony Robbins, Brian Tracy atau Stephen Covey; anda akan menyadari dengan cepat bahwa nasihat terbaik yang mereka berikan tidak sepenuhnya berhubungan dengan kesadaran diri. Bahkan, seringkali nasihat yang mereka berikan bertolak belakang dengan kebenaran yang selama ini kita peroleh dari pelajaran-palajaran di sekolah, media dan orang-orang lain di sekitar kita.
2. Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren
Pola pikir seperti poin pertama diatas tidak sepenuhnya salah. Terdapat banyak salesman yang menawarkan banyak hal pada anda diluar sana. Dan karena penulis atau pembicara motivasi paling sukses memahami bagaimana caranya untuk berkomunikasi, terdapat banyak teknik penjualan high-pressure yang bisa anda peroleh dengan membaca buku-buku pemasaran. Teknik seperti menawarkan bingkisan kecil dan gratis bagi konsumen, atau dengan mengatakan bahwa hanya ada 500 buah produk sejenis dan tawaran ini hanya berlaku 1 minggu.
Namun meskipun beberapa teknik pemasaran terkesan sangat optimistis atau cenderung agresif, bukan berarti produk yang ditawarkan tidak memiliki nilai. Bedakan antara teknik penjualan dengan produk yang ditawarakan.
Menurut saya, mulailah dengan merk-merk atau produk-produk yang memiliki ulasan yang baik. Lakukan sedikit penelitian melalui google dan carilah informasi mengenai produk tersebut.
3. Tidak Mengambil Tindakan
Berpikir bahwa dengan membaca buku atau blog akan mengubah hidup anda secara otomatis merupakan pemikiran yang keliru. Pengetahuan tanpa tindakan tidak akan menghasilkan apapun. Dan hanya andalah yang bisa merubah diri anda sendiri. Orang lain bisa memberi anda nasihat, dukungan, serta motivasi. Namun pada akhirnya, anda harus mengambil tindakan.
Jika anda mengalami masalah dengan mengambil tindakan, seringkali hal ini disebabkan oleh rasa takut, anda perlu mengunjungi situs saya ini : www.menggapai-impian.com
4. Menyerah
Ketika anda mengalami kegagalan pertama kali, kedua atau ketiga, anda biasanya berpikir “Hal ini tidak ada artinya. Inilah diri saya dan saya tidak dapat berubah. Saya harus membiasakan diri saya berpikir bahwa saya memang seperti itu.”
Jangan menyerah. Satu atau lima atau 20 kegagalan tidak akan ada artinya dalam jangka panjang. Anda harus gagal supaya anda menguasai sesuatu dan berkembang.
5. Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain
Anda mungkin takut orang-orang akan bereaksi negatif terhadap perubahan yang anda lakukan, dan mereka memang cenderung berbuat demikian. Mungkin mereka berbuat demikian karena mereka khawatir anda akan menjauhi mereka dan akan kehilangan anda selamanya. Atau mungkin juga mereka tidak ingin anda berubah karena perubahan tersebut akan membuat mereka merasa diam di tempat. Mereka mungkin juga memberikan anda sejumlah opini negatif terhadap perkembangan diri anda; bahwa semua yang anda lakukan hanyalah sia-sia, buang waktu dan kehidupan nyata sangatlah berbeda dibandingkan dengan yang tertulis di buku.
Jika anda menemui jalan buntu, hal ini mungkin karena anda merasa anda memerlukan persetujuan dari orang lain dan anda harus mulai melepaskan diri dari pengaruh orang-orang ini. Jika tidak, anda akan selamanya hidup dalam bayang-bayang orang lain dan anda tidak akan pernah berkembang.
6. Bereksperimen Dengan Cara Anda Sendiri
Bereksperimen dengan materi perkembangan diri anda; tidak berkomitmen untuk mempelajari atau mempraktekkan serta mengembangkannya secara konsisten sebagai bagian keseharian anda. Mungkin anda merasa perubahan yang sedang anda coba lakukan terlalu sulit, atau tidak layak untuk anda lakukan, sehingga anda tidak berkomitmen untuk melakukannya.
Sulitkah melakukan perubahan tersebut? Terkadang ya. Namun saya merasa bahwa pertumbuhan memiliki lebih banyak nilai positif dibandingkan dengan negatif, dan saya berpendapat bahwa dari sudut pandang orang awam – orang yang belum mengikuti program pengembangan diri apapun – terkesan bahwa orang-orang yang sedang mencoba untuk melakukan perkembangan diri terlihat lebih bekerja keras, mengeluarkan lebih banyak uang dan waktu dibandingkan jika anda melihat dari sisi orang yang mencoba melakukan perubahan tersebut. Kerja keras bukanlah sesuatu yang sulit jika anda merasa anda berkembang dan menyukai apa yang sedang anda kerjakan.
Apakah perubahan tersebut layak untuk dilakukan? Tentunya perubahan tersebut lebih baik dibandingkan dengan alternatif lain; hanya berlarian kesana kemari setiap hari dan dipenuhi dengan kemarahan, stress dan kurangnya penghargaan diri.
Kunci bagi semua hal dalam kehidupan adalah konsistensi dan kesabaran. Berkomitmenlah untuk perkembangan diri anda.
7. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan
Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi. Kadang dalam jumlah informasi serta kualitas informasi yang anda miliki. Ketika pertama kali anda memulai, anda mungkin merasa bahwa hanya dengan membaca sebuah buku akan menyelesaikan semua masalah anda. Tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang bisa anda peroleh akan membuat anda kecewa dan seperti seorang pecundang tanpa alasan yang baik, hingga akhirnya anda menyerah.
Salah satu metode yang saya gunakan untuk mengeluarkan diri saya dari kondisi tersebut adalah dengan mengembangkan kebiasaan “mengkonsumsi” materi motivasi setiap saat, baik dalam bentuk buku, blog atau CD audio. Saya membangun perpustakaan kecil milik saya sendiri dan mengisinya dengan materi-materi pengembangan diri.
Mendengarkan kembali sebuah CD milik Andrie Wongso misalnya tidak hanya membuat saya termotivasi lagi, tapi juga menyediakan saya dengan solusi atas masalah saya. Kebiasaan ini – dikombinasikan dengan tindakan – akan memperjelas hal-hal yang anda inginkan, metode apa yang terbaik bagi anda dan semua peluang serta batasan dalam perkembangan diri anda.
8. Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Anda Sendiri
Untuk mengubah diri anda; anda harus memahami proses yang terjadi di dalam diri anda. Bagaimana emosi anda bekerja, ego anda bekerja, bagaimana pengalaman masa lalu serta kebiasaan anda dapat mempengaruhi anda. Serta apa yang bisa anda lakukan mengenai hal-hal tersebut. Bagaimana anda bisa membantu diri anda sendiri. Bahkan jika anda berusaha mengubah bagian diri anda yang benar-benar ingin anda ubah.
Jadi menurut pendapat saya, jangan hanya berpegang pada 1 orang guru serta 1 pemikiran. Bacalah buku atau dengarkan materi-materi lain yang berasal dari penulis ternama untuk memperluas wawasan anda dan memberikan anda sejumlah solusi atas masalah-masalah anda.
Cobalah menjadi lebih mawas diri; sadari proses yang terjadi dalam diri anda ketika anda menjadi marah, merasa depresi, cemburu atau iri hati. Cobalah untuk bertindak berbeda dari yang biasa anda lakukan.
Daripada mengambil tindakan seperti yang biasa anda lakukan, terapkanlah apa yang telah anda pelajari untuk menangani kebiasaan anda. Jika anda gagal – sama halnya dengan kebanyakan orang, paculah terus diri anda – luangkan waktu untuk menganalisa mengapa anda merasakan atau melakukan tindakan negatif tersebut.
Jika anda tidak memiliki kendali atas tindakan anda, akan sangat sulit untuk membantu diri anda dan orang lain. Anda akan menemukan solusi yang tidak efektif, menjadi tidak bersemangat, dan pada akhirnya berhenti untuk terus berkembang.
9. Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Anda Sendiri
Hal ini sangatlah penting. Jangan salahkan orang lain. Andalah yang dapat melakukan perubahan tersebut.
Itulah 9 hal yang dapat menghambat perkembangan diri anda dan saya yakin masih banyak ha-hal lainnya. Namun saya akan tambahkan poin-poin lain pada lain kesempatan.
Jika anda mempunyai usulan-usulan lain, silahkan untuk menambahkan di kolom komentar.

4 Alasan Mengapa Kita Sering Menunda

Apr 14th, 2010
by Arswino Sonata.
Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya adalah penundaan. Oleh karenanya, komponen terpenting dari manajemen waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan.
Menghindari penundaan juga sangat krusial jika kita ingin merealisasikan impian-impian kita. Ini membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh, sebab kita terlibat langsung didalamnya dan harus diakui hal ini memang cukup sulit untuk diatasi. Kita harus menjaga pikiran tetap fokus pada mimpi-mimpi kita dan memelihara hasrat kita dalam mencapai mimpi-mimpi tersebut, sehingga godaan-godaan yang kita temui tidak meruntuhkan keinginan kita untuk sukses.
Ada banyak alasan mengapa kita menunda – dan semua dari kita pernah melakukannya.
1. Takut salah atau gagal
Wah sepertinya bosan ya berbicara tentang takut gagal. Namun tidak apa-apa ya saya ulas kembali supaya lebih menempel di pikiran para pembaca sekalian.
Banyak dari antara kita tidak berani memulai atau berhenti melakukan sesuatu karena kita takut jika harus terjatuh. Kita juga sering mempunyai ketakutan lain jika kita tetap mengambil tindakan dan akhirnya jatuh, kita takut dianggap gagal oleh orang lain. Dicap sebagai orang gagal bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat memalukan. Padahal sebetulnya anggapan itu mungkin hanya sebuah prasangka saja, dan kalaupun betul untuk apa kita memikirkan anggapan tersebut; apa untungnya bagi kita? Apakah kita hidup dari anggapan orang lain?
Namun jika kita hanya berbicara tentang harapan dan impian saja, tanpa ada usaha yang kuat untuk merealisasikannya, impian kita hanyalah sebatas impian, tidak akan menjadi sebuah realita.
Meskipun sebuah tujuan tidak tercapai, tindakan mencoba sendiri adalah sebuah penghargaan. Pembelajaran terbesar didapat dari pengalaman-pengalaman, yang tentu saja lewat tindakan-tindakan. Banyak orang mengakui seseorang dari usaha-usaha yang ia lakukan dibanding dengan hasilnya. Tindakan mencoba adalah tindakan yang penuh keberanian, sebaliknya tindakan menunda adalah sebuah tindakan yang pengecut. Jangan terjebak oleh kata takut sebagai alasan untuk menunda sesuatu.
2. Merasa Kewalahan
Seringkali kita melihat pada sebuah tujuan kemudian merasakan bahwa ada banyak sekali hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dan akhirnya kita merasa kewalahan sendiri. Perasaan kewalahan tersebut akhirnya melumpuhkan kita, mencegah kita dari usaha mengambil langkah pertama.
Untuk setiap tujuan yang anda miliki dalam hidup, pecahlah tujuan tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (lihat juga artikel Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai). Tentukan tindakan apa saja yang diperlukan untuk masing-masing bagian tersebut agar dapat berhasil. Jika melihat pada ’lukisan besar’ membuat kepala anda penat, lihatlah pada langkah-langkah kecil selama perjalanan. Selesaikan bagian kecil tersebut satu per satu, tanpa perlu khawatir dengan bagian kecil berikutnya. Rayakan setiap keberhasilan-keberhasilan kecil, dan tanpa ada sadari kelak anda mencapai tujuan besar anda.
3. Sifat Alami Manusia
Kita secara alami cenderung menghindari kegagalan karena menyebabkan kita sakit atau menderita dan condong melakukan hal-hal yang dapat membuat kita senang. Agar kita terhindar dari penundaan, komitlah pada diri anda sendiri untuk melakukan tugas-tugas yang tidak menyenangkan terlebih dahulu. Miliki sikap ’saya bisa’, dan sadari bahwa semakin cepat anda memulai serta semakin keras anda bekerja, maka semakin cepat pula tugas tersebut akan berakhir.
4. Sudut pandang
Jika kita melihat suatu tugas sebagai sebuah hal yang sulit, maka akan sulitlah tugas tersebut. Daripada kita pasrah, lebih baik melihatnya sebagai sebuah peluang untuk diatasi. Misalkan jika anda diminta untuk menyelesaikan sebuah penelitian, lihatlah hal tersebut sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru dan peningkatan mental anda. Menyelami proyek tersebut dengan penuh antusias, merasakan bahwa setiap proses yang anda lalui akan meningkatkan kemampuan anda, anda dapat merubah tugas menjadi sebuah kesenangan.
Sebuah ironi tentang penundaan : Banyak dari kita mengeluh bahwa kita tidak memiliki banyak waktu, sementara kita menghabiskan waktu untuk duduk-duduk tanpa mengerjakan apa-apa, mengkhawatirkan pekerjaan/tugas yang sedang menunggu kita.
Kita tidak mengetahui kemana takdir akan membawa kita esok hari, jadi kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan hari ini. Jangan biarkan penundaan menguburkan harapan dan impian anda.

7 Tips Penting Mengatasi Kritik

Apr 4th, 2010
by Arswino Sonata.
Kritik bisa menjadi hal yang menyakitkan. Namun jika kritik yang diberikan memang beralasan, kritik bisa memberikan anda masukan baru untuk diri anda dan kehidupan anda.
Kebanyakan tips di artikel ini dapat digunakan untuk mengatasi kritik yang ditujukan pada anda dengan cara yang lebih baik. Namun disini saya juga ingin menunjukkan bahwa sangatlah berguna untuk memeriksa kembali tujuan anda pada saat anda merasa anda harus mengkritik seseorang. Dengan memeriksa diri anda, anda bisa semakin mengenal kehidupan anda saat ini dan pendapat anda mengenai diri anda sendiri.
1. Mengerti Melalui Pengalaman
”Jangan mengkritik apa yang tak kau pahami. Kau tidak akan pernah berada pada posisi orang itu.”
- Elvis Presley -
”Setiap orang bodoh bisa mengkritik, menuduh dan mengeluh; dan kebanyakan orang bodoh melakukan hal itu.”
- Benjamin Franklin -
Sangatlah mudah untuk jatuh dalam perangkap untuk selalu mengkritik. Namun apakah anda benar-benar mengerti apa yang anda kritik?
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menemukan bahwa seseorang cenderung tidak mengkritik jika ia telah mengalaminya sendiri dan memahaminya. Berbeda jika orang tersebut hanya memiliki pengetahuan saja dan tidak pernah mengalaminya sendiri.
Sangatlah mudah untuk bertindak seperti seorang bos, selalu mengetahui apa yang benar sesuai dengan pandangan anda sendiri. Mengkritik membuat anda merasa enak dan seakan-akan andalah yang benar.
Namun pada akhirnya, orang yang mengkritik tidak akan memperoleh keuntungan atau manfaat apapun.
2. Ingatlah Siapa yang Akhirnya Memperoleh Manfaat
“Bukanlah kritik yang anda berikan untuk diperhitungkan; bukan orang yang menjatuhkan seseorang yang kuat atau seseorang yang hanya berniat untuk melakukan yang lebih baik namun tidak melakukannya. Manfaat dari kritik akan diterima oleh orang yang sedang berada di arena; yang wajahnya dipenuhi oleh debu, keringat, dan darah, yang berjuang, yang melakukan kesalahan dan gagal berulang kali; karena tidak ada usaha tanpa adanya kegagalan dan kesalahan. Namun manfaat terbesar diterima oleh seseorang yang meraih keberhasilan; seseorang yang memiliki antusiasme, dedikasi, seseorang yang menghabiskan waktu melakukan sesuatu yang berharga; seseorang yang mengetahui bahwa pada akhirnya ia akan memperoleh kemenangan. Dan kalaupun ia gagal, setidaknya ia gagal setelah berusaha dengan sangat keras. Sehingga tempat ia berada bukanlah bersama dengan orang-orang yang negatif dan penakut yang tidak pernah mengenal apa arti kemenangan atau kekalahan.”
- Theodore Roosevelt -
Kalimat luar biasa dan pemikiran yang perlu anda selalu ingat. Terutama bagi mereka yang berada diluar sana dan memilih untuk bekerja keras. Pilihan yang tidak diambil oleh semua orang. Anda bisa saja berdiri di samping dan mengktitik, yang tentunya merupakan pilihan yang lebih mudah.
Namun hanya berdiam diri menyaksikan kehidupan dan tidak menjalaninya bukanlah keputusan terbaik. Karena setiap kali anda berdiri di samping dan hanya menyaksikan kehidupan berjalan; anda mungkin tidak melakukan hal-hal yang anda rasakan. Sikap seperti ini membuat anda merasa tidak nyaman dengan diri anda sendiri atau terhadap kehidupan anda.
3. Fokuslah Pada Hal-Hal Yang Membantu Anda
”Seorang artis tidak memiliki waktu untuk mendengarkan kritik. Seseorang yang ingin menjadi penulis membaca ulasan, sementara seseorang yang ingin menulis tidak memiliki waktu untuk membaca ulasan.”
- William Faulkner -
Jika anda sedang mengerjakan apa yang anda ingin kerjakan, mengalami kegagalan, mempelajarinya dan mengulanginya terus menerus; berarti anda melakukan sesuatu yang menurut anda berharga.
Keep your eyes on the ball. Istilah ini sangatlah bermanfaat bagi anda untuk tetap berfokus. Jika anda sedang bertanding dan melihat ke bagian samping lapangan, anda mungkin melihat orang mengejek dan sebagian menyemangati anda. Namun untuk memperoleh hasil yang anda inginkan, anda harus fokus. Fokuslah pada apa yang sedang anda lakukan di lapangan.
Masalahnya adalah jika anda mendengarkan suara-suara positif tersebut, maka anda mau tidak mau juga harus mendengarkan suara-suara negatif nya. Bagaimana anda bisa melalui masalah ini? Jangan tentukan diri anda berdasarkan pendapat orang lain. Daripada melakukan hal itu, jadilah diri anda sendiri dengan memfokuskan pada hal-hal positif yang anda pikirkan dan lakukan. Serta kenalilah diri anda sendiri, bukan apa yang orang lain pikirkan mengenai diri anda.
Pendapat saya mengenai pujian – pendapat yang selalu saya jadikan pegangan – adalah pujian merupakan sesuatu hal yang baik dan saya sangat menghargainya. Sangatlah baik untuk memperoleh pujian, namun seringkali saya menjadi terlalu senang sampai saya lupa diri.
Kebalikan dari pemikiran ini adalah ketika anda menerima kritik negatif. Anda bisa mencerna kritik semacam ini tanpa terlalu banyak emosi negatif menghalangi pikiran anda. Hal ini memungkinkan anda menghargai kritik yang diberikan (jika memang ada sesuatu yang bisa anda pelajari).
Pada dasarnya pemikiran ini bekerja dengan tidak mempedulikan apa pendapat orang lain mengenai diri anda. Jika anda memikirkan pendapat orang lain, anda akan menjadi seseorang yang bergantung pada orang lain dan membiarkan pendapat orang lain mengendalikan anda.
4. Jangan Terima Kritik
“Seorang pria menyela kuliah yang diberikan Buddha dengan sejumlah makian. Buddha menunggu sampai pria tersebut selesai lalu bertanya, “Jika seorang menawarkan sebuah hadiah namun hadiah tersebut ditolak; siapa yang menjadi pemilik hadiah tersebut?”
“Milik orang yang menawarkan hadiah tersebut,” kata sang pria.
”Nah,” kata sang Buddha, “Saya menolak makian serta permintaan anda.”
Jangan terima kritik yang ditujukan pada anda. Anda tidak harus menerimanya. Maka kritik tersebut akan menjadi milik orang yang mengkritik.
Hal ini tentunya lebih mudah dikatakan daripada dilakukan; membiarkan orang lain menyimpan perasaan serta pendapat mereka sendiri daripada membiarkan perasaan dan pendapat tersebut menjadi bagian diri anda. Bahkan merasa bertanggung jawab atas pendapat serta pikiran orang lain tersebut.
Namun, seseorang bisa melakukannya jika ia menyadari apa yang Buddha deskripsikan. Lalu anda bisa menolak hadiah yang diberikan daripada memikirkan bahwa anda harus menerima hadiah tersebut. Hal ini mungkin tidak selalu berhasil setiap saat, terutama jika anda sedang emosional dan rapuh. Namun, hal ini tetap perlu anda ingat.
5. Siapa Yang Sedang Anda Bicarakan?
”Ketika kita menghakimi atau mengkritik orang lain, kritik tersebut tidak tertuju pada orang yang anda kritik; kritik tersebut mengatakan sesuatu tentang kebutuhan pribadi kita untuk menjadi kritis.”
- Anonim -
Ketika anda mengkritik seseorang, apa arti kritik tersebut bagi anda? Dan ketika seseorang mengkritik anda, siapa yang sedang menunjukkan dirinya yang sebenarnya?
Jika seseorang menyerang anda secara pribadi atau melepaskan kata-kata yang menghancurkan; ingatlah bahwa kritik yang ia utarakan tidak selalu mengenai diri anda. Kritik menjadi sarana bagi orang yang memberikan kritik untuk melepaskan atau menyalurkan rasa marah, frustrasi atau kecemburuannya. Atau sebuah cara untuk memaksakan sudut pandang atau pahamnya sebagai hal yang benar. Atau ia mungkin memiliki kebiasaan untuk memancing emosi orang lain untuk mengundang perdebatan, perkelahian atau untuk mendapatkan perhatian. Dalam hal ini yang menjadi masalah adalah orang tersebut. Bukan karena apa yang anda lakukan.
Ingatlah bahwa orang tersebut hanyalah manusia dan mungkin saja ia sedang mengalami hari atau minggu yang buruk.
Hal ini tidak hanya berlaku bagi orang lain, namun juga berlaku bagi anda. Ketika anda merasa harus mengkritik; tanyakan alasannya pada diri anda terlebih dahulu. Ketika anda mengkritik orang yang sebenarnya tidak perlu anda kritik, ingatlah bahwa anda menyakiti diri anda sendiri dan memaksakan pemikiran serta ego anda dengan sikap semacam ini.
6. Ada Pilihan Yang Lebih Baik
”Saya belum menemukan seorang pun, terlepas dari apapun kedudukannya, yang tidak bekerja dengan lebih baik bahkan memberikan segenap kemampuannya jika ia mendapatkan pengakuan dibandingkan dengan jika ia bekerja dibawah kritik.”
- Charles Schwab -
Jadi, apa yang bisa dilakukan seseorang selain mengkritik orang lain agar mereka memperbaiki diri? Salah satunya adalah dengan menyemangati mereka; dengan memfokuskan diri pada hal-hal baik yang mereka lakukan dan bagaimana mereka bisa terus memperbaiki diri dan tidak mengacaukan segalanya.
Seperti yang dikatakan Schwab, dan sama halnya dengan yang sudah anda pahami dari kehidupan anda, dengan memberikan semangat pada orang lain, contohnya memberikan semangat pada seseorang di tempat kerja akan memiliki dampak positif bagi mood, produktivitas, antusiasme dan motivasi.
Energi akan mengalir ke tempat perhatian anda tertuju. Jadi kemanapun perhatian anda tertuju – kritik atau memberi semangat pada orang lain – energi anda akan bertambah kuat. Seseorang mungkin berpendapat bahwa kritik tajam akan membantu dan memberikan hasil. Namun sebenarnya kritik akan mengecewakan orang lain dan mengganggu emosinya.
7. Terimalah Fakta Bahwa Kritik Akan Selalu Ada
”Kritik bukanlah sesuatu yang bisa kita hindari dengan mudah dengan tidak mengatakan sesuatu, dan tidak menjadi diri anda sendiri.”
- Aristoteles -
Karena kritik seringkali merupakan salah satu bentuk ekspresi diri sendiri dari orang yang memberi kritik atau karena berdasarkan kurangnya pemahaman terhadap sesuatu, maka tidak ada banyak hal yang bisa anda lakukan untuk menjauhi kritik. Namun anda bisa mengurangi interaksi dengan orang-orang yang sangat negatif dan suka mengkritik. Atau tetaplah fokus pada hal-hal yang sedang anda kerjakan daripada kritik yang ada.
Namun apapun yang anda lakukan, beberapa orang memiliki kebutuhan untuk mengkritik.
Apapun yang anda kerjakan, akan selalu ada orang-orang yang tidak menyukai hal-hal yang anda kerjakan, dan hal itu merupakan sesuatu yang wajar.
Seperti yang dikatakan oleh Eleanor Roosevelt:
”Lakukan sesuai dengan apa yang hati anda katakan – karena anda akan tetap menerima kritikan. Anda akan dikutuk jika anda melakukannya, dan dikutuk jika anda tidak melakukannya.”

Bisnis DBS, MLM atau Bukan ?

Sumber: Duta Business School
Pertanyaan diatas sering sekali ditemui di lapangan. Banyak sekali pernyatan negatif orang di luar sana tentang bisnis kita ini. Ada yang mengatakan bisnis ini adalah bisnis MLM (multi level marketing) ataupun ‘money games’. Apakah pernyataan-pernyataan itu benar?
Duta Business School (DBS) adalah sebuah bisnis Network Marketing yang menggabungkan konsep MLM & Binary dalam sistim e-commerce online marketing. DBS tidak menganut sistim MLM murni. Tetapi DBS merupakan gabungan dari beberapa sistim Network Marketing yaitu MLM murni dengan konsep Binary dalam sistim e-commerce, sehingga menghasilkan sebuah sistim marketing yang dahsyat, simple dan mudah dijalankan yaitu CRP atau Customer Referral Program.
Salah satu produk DBS yaitu pulsa elektronik dijual lebih murah dari harga pasar. Disini DBS memiliki kelebihan dibanding bisnis network marketing lainya atau MLM pada umumnya yaitu produk yang murah dan dibutuhkan oleh semua orang dan tidak menentukan target belanja bulanan atau tutup poin kepada membernya. Sedangkan bisnis-bisnis sejenis dipastikan menawarkan produk dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga normalnya di pasaran yang malah kadang-kadang tidak terlalu dibutuhkan namun membernya diwajibkan untuk membeli produk tersebut. DBS tidak seperti MLM yang mengklasifikasikan membernya dalam jenjang peringkat, sehingga apabila ada member yang peringkatnya melibihi sponsornya, maka bonus sponsornya menjadi hangus. Namun DBS memberikan bonus kepada seluruh membernya dengan sistim bagi-bagi hasil Ji’alah yang transparan yang dapat dipantau secara real-time dengan online.
Dengan ciri-ciri tersebut diatas, maka DBS bukanlah MLM, tetapi DBS merupakan gabungan dari beberapa sistim Network Marketing yaitu MLM murni dan konsep Binary dalam sistim e-commerce.
DBS jelas bukan money games yang produknya hanyalah kedok, karena perputaran produk DBS yaitu pulsa elektronik saat ini telah mencapai puluhan milyar per bulannya. Hal ini menempatkan DBS menjadi dealer pulsa elektronik terbesar di Indonesia saat ini. DBS memiliki visi yang sangat jelas yaitu suatu saat nanti semua orang yang memiliki handphone prabayar akan berlangganan pulsa murah ke DBS.
Ingat, bisnis DBS mengembangkan sistim customer referral program, yaitu program berlangganan secara berkelanjutan. Bukan mendidik membernya untuk menjadi sebatas penjual pulsa. Namun lebih dari itu DBS dengan sekolah bisninnya, menciptakan pengusaha pengusaha sukses distributor pulsa elektronik dengan modal awal yang relatif kecil dan dalam waktu yang cukup singkat.
Setujukah Anda bahwa orang yang sukses adalah orang yang bisa membuat orang-orang disekitarnya sukses? Itulah inti di bisnis DBS ini. Sistim pemasaranya yang luar biasa cerdas membuat para pebisnis yang menjalankanya saling bantu membantu untuk sukses bersama. Karena bisnis ini bukan bisnis piramida, maka kemungkinan partner yang aktif dapat lebih sukses daripada leadernya. Jadi usaha yang Anda jalankan ini adalah sesuatu yang mulia. Karena dengan menjalankan DBS, Anda dapat membantu orang-orang disekitar Anda untuk sukses. Sistim pendukung DBS diciptakan untuk membantu Anda meraih keberhasilan di DBS. Prinsip tolong menolong atau ta’awun sangat jelas sekali dalm bisnis DBS ini.
DBS menggunakan sistim bagi-bagi hasil. Dengan sistim bagi hasil ini keberlangsungan perusahaan akan terus terjamin sehingga dapat melindungi dan memberi keuntungan kepada seluruh membernya sampai kapanpun.
“Tidak ada yang gagal di bisnis ini, yang ada hanyalah orang yang berhenti berjuang sebelum sukses.” Pada awal menjalani bisnis ini mungkin akan terasa berat, atau bisa diibaratkan mendorong mobil mogok, awalnya akan terasa sulit tetapi apabila tetap dijalankan secrara konsisten dan mengikuti sistim, mendorong mobil mogok itu akan mulai terasa ringan bahkan ia mulai berjalan sendiri tanpa kita dorong dan keberhasilan akan mulai Anda raih.
Konsistensi, itulah salah satu kunci sukses di bisnis ini karena semangat Anda akan naik turun di bisnis ini, tetapi Anda harus tetap semangat terutama di depan partner bisnis Anda, selain semangat itu akan menular, semangat juga menunjukkan bahwa Anda bisa menuntun para partner bisnis Anda menuju impianya. Jika Anda mulai terasa kesulitan mengenai arah atau perkembangan bisnis Anda, bisa dipastikan Leader Anda lah jawabanya, beliau akan senantiasa membantu Anda dalam menyelesaikan masalah Anda karena Leader Anda sudah mengalami apa yang belum pernah Anda alami.
Untuk meraih keberhasian, di bisnis ini diperlukan kerja keras. Tapi kabar baiknya, kerja keras tersebut tidak selamanya. Jika jaringan kita telah berkembang secara mandiri, kebebasan finansial dan kebebasan waktu akan menjadi milik Anda. Di saat itu, apa yang Anda inginkan selama ini telah tercapai karena uang dan waktu bukan menjadi masalah lagi buat Anda.
Sekali lagi sukses, Anda telah berada di jalur yang benar menuju kesuksesan Anda!
Ini adalah masa depan Anda, salah satu jalan menuju impian Anda, kesuksesan ada di tangan Anda!!
Artikel oleh: Febrian Agung Budi P (Direktur Utama PT. Duta Future International)