Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang
menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak
sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik
membangkitkan rasa percaya diri.
Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang.
Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih
kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik
orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih
spesialisasi yang paling terkenal.
Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus
melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses
yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi,
lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian
dari penunjang kesuksesan.
Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya
dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut,
antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur
hidup yang dimilikinya.
Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan
pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan
mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang
dicita-citakannya akan mudah diraih.
Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang.
Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak
tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar,
tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena
merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.
Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting
ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor
penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal.
Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai
teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah
beberapa kiat guna membangun percaya diri.
Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur
The Institute of Effective Thinking,
pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian
tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang
dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi.
Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka
untuk tampil “sempurna” tanpa peduli pada hambatan apapun yang
menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal
mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada
siapa saja.
Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan
semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri
sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk
mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan
ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan
ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa
yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan
positif. Misalnya, mengganti kata, “Saya tidak bisa,” menjadi, “Saya
bisa!”
Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi
potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada
orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi
para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi
kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita
sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.
Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko
ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik
belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan,
kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak
mungkin.
Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak
ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus
siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan.
Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah
Azza wa Jalla.
Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang
yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki
anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?
Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di
sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada
kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran
negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri
kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi
kita.
Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil
jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba
melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa
percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi
oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat,
optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat
tersebut.
Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk
sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang
mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang
percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang
gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah
semangatnya akan menular kepada diri kita.
Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau
saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas
atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah
kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah
merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan
kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi
untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara
tegas dan efektif.
Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan
bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat
mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita,
makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah,
maka itu bisa meningkatkan percaya diri.
Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita
benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti
di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, “
La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya).
Wallahu a`lam.n deny riana/mqp
Sumber :
http://www.republika.co.id/
9 Kesalahan yang Dapat Menghentikan Perkembangan Diri Anda
Ketika anda mencoba untuk berkembang, sangatlah mudah untuk jatuh
lebih dari satu kali dan membuat diri anda terluka dalam perjalanan
menuju kesuksesan, kebahagiaan, dan semua hal yang ingin anda raih.
Tentunya terdapat beberapa lubang dalam yang harus anda perhatikan dan
berhati-hati tentu saja.
Di bawah ini merupakan 9 kesalahan yang sering dilakukan ketika anda
sedang berkembang. Saya telah melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.
Bahkan lebih dari satu kali.
Dengan sharing saya ini, harapan saya semoga anda tidak jatuh ke lubang yang sama seperti yang saya alami.
Sekarang marilah kita bahas 9 kesalahan tersebut :
1. Berpikir Bahwa Anda Telah Mengetahui Segalanya
Hal ini merupakan masalah besar dan dapat menghentikan perkembangan
diri anda untuk waktu yang cukup lama. Pikiran-pikiran seperti: “Saya
mengerti bagaimana hal-hal bekerja di dunia ini. Saya tidak membutuhkan
salesman itu untuk meningkatkan kualitas hidup saya. Mereka tidak
memiliki sesuatu yang baru yang bisa mereka tawarkan. Hanya orang-orang
putus asa yang membutuhkan buku tersebut. Ini hanya masalah kesadaran
diri saja.”
Pemikiran dan sikap semacam inilah yang akan membuat anda sulit untuk
berkembang. Ketika anda membaca buku-buku pengembangan diri dari
penulis seperti Anthony Robbins, Brian Tracy atau Stephen Covey; anda
akan menyadari dengan cepat bahwa nasihat terbaik yang mereka berikan
tidak sepenuhnya berhubungan dengan kesadaran diri. Bahkan, seringkali
nasihat yang mereka berikan bertolak belakang dengan kebenaran yang
selama ini kita peroleh dari pelajaran-palajaran di sekolah, media dan
orang-orang lain di sekitar kita.
2. Dipusingkan Oleh Hal-Hal Yang Sedang Tren
Pola pikir seperti poin pertama diatas tidak sepenuhnya salah.
Terdapat banyak salesman yang menawarkan banyak hal pada anda diluar
sana. Dan karena penulis atau pembicara motivasi paling sukses memahami
bagaimana caranya untuk berkomunikasi, terdapat banyak teknik penjualan
high-pressure yang bisa anda peroleh dengan membaca buku-buku pemasaran.
Teknik seperti menawarkan bingkisan kecil dan gratis bagi konsumen,
atau dengan mengatakan bahwa hanya ada 500 buah produk sejenis dan
tawaran ini hanya berlaku 1 minggu.
Namun meskipun beberapa teknik pemasaran terkesan sangat optimistis
atau cenderung agresif, bukan berarti produk yang ditawarkan tidak
memiliki nilai. Bedakan antara teknik penjualan dengan produk yang
ditawarakan.
Menurut saya, mulailah dengan merk-merk atau produk-produk yang
memiliki ulasan yang baik. Lakukan sedikit penelitian melalui google dan
carilah informasi mengenai produk tersebut.
3. Tidak Mengambil Tindakan
Berpikir bahwa dengan membaca buku atau blog akan mengubah hidup anda
secara otomatis merupakan pemikiran yang keliru. Pengetahuan tanpa
tindakan tidak akan menghasilkan apapun. Dan hanya andalah yang bisa
merubah diri anda sendiri. Orang lain bisa memberi anda nasihat,
dukungan, serta motivasi. Namun pada akhirnya, anda harus mengambil
tindakan.
Jika anda mengalami masalah dengan mengambil tindakan, seringkali hal
ini disebabkan oleh rasa takut, anda perlu mengunjungi situs saya ini :
www.menggapai-impian.com
4. Menyerah
Ketika anda mengalami kegagalan pertama kali, kedua atau ketiga, anda
biasanya berpikir “Hal ini tidak ada artinya. Inilah diri saya dan saya
tidak dapat berubah. Saya harus membiasakan diri saya berpikir bahwa
saya memang seperti itu.”
Jangan menyerah. Satu atau lima atau 20 kegagalan tidak akan ada artinya
dalam jangka panjang. Anda harus gagal supaya anda menguasai sesuatu
dan berkembang.
5. Khawatir terhadap atau mendengarkan perkataan orang lain
Anda mungkin takut orang-orang akan bereaksi negatif terhadap
perubahan yang anda lakukan, dan mereka memang cenderung berbuat
demikian. Mungkin mereka berbuat demikian karena mereka khawatir anda
akan menjauhi mereka dan akan kehilangan anda selamanya. Atau mungkin
juga mereka tidak ingin anda berubah karena perubahan tersebut akan
membuat mereka merasa diam di tempat. Mereka mungkin juga memberikan
anda sejumlah opini negatif terhadap perkembangan diri anda; bahwa semua
yang anda lakukan hanyalah sia-sia, buang waktu dan kehidupan nyata
sangatlah berbeda dibandingkan dengan yang tertulis di buku.
Jika anda menemui jalan buntu, hal ini mungkin karena anda merasa
anda memerlukan persetujuan dari orang lain dan anda harus mulai
melepaskan diri dari pengaruh orang-orang ini. Jika tidak, anda akan
selamanya hidup dalam bayang-bayang orang lain dan anda tidak akan
pernah berkembang.
6. Bereksperimen Dengan Cara Anda Sendiri
Bereksperimen dengan materi perkembangan diri anda; tidak berkomitmen
untuk mempelajari atau mempraktekkan serta mengembangkannya secara
konsisten sebagai bagian keseharian anda. Mungkin anda merasa perubahan
yang sedang anda coba lakukan terlalu sulit, atau tidak layak untuk anda
lakukan, sehingga anda tidak berkomitmen untuk melakukannya.
Sulitkah melakukan perubahan tersebut? Terkadang ya. Namun saya
merasa bahwa pertumbuhan memiliki lebih banyak nilai positif
dibandingkan dengan negatif, dan saya berpendapat bahwa dari sudut
pandang orang awam – orang yang belum mengikuti program pengembangan
diri apapun – terkesan bahwa orang-orang yang sedang mencoba untuk
melakukan perkembangan diri terlihat lebih bekerja keras, mengeluarkan
lebih banyak uang dan waktu dibandingkan jika anda melihat dari sisi
orang yang mencoba melakukan perubahan tersebut. Kerja keras bukanlah
sesuatu yang sulit jika anda merasa anda berkembang dan menyukai apa
yang sedang anda kerjakan.
Apakah perubahan tersebut layak untuk dilakukan? Tentunya perubahan
tersebut lebih baik dibandingkan dengan alternatif lain; hanya berlarian
kesana kemari setiap hari dan dipenuhi dengan kemarahan, stress dan
kurangnya penghargaan diri.
Kunci bagi semua hal dalam kehidupan adalah konsistensi dan kesabaran. Berkomitmenlah untuk perkembangan diri anda.
7. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Beralasan
Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya informasi. Kadang dalam
jumlah informasi serta kualitas informasi yang anda miliki. Ketika
pertama kali anda memulai, anda mungkin merasa bahwa hanya dengan
membaca sebuah buku akan menyelesaikan semua masalah anda. Tidak
memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang bisa anda peroleh akan
membuat anda kecewa dan seperti seorang pecundang tanpa alasan yang
baik, hingga akhirnya anda menyerah.
Salah satu metode yang saya gunakan untuk mengeluarkan diri saya dari
kondisi tersebut adalah dengan mengembangkan kebiasaan “mengkonsumsi”
materi motivasi setiap saat, baik dalam bentuk buku, blog atau CD audio.
Saya membangun perpustakaan kecil milik saya sendiri dan mengisinya
dengan materi-materi pengembangan diri.
Mendengarkan kembali sebuah CD milik Andrie Wongso misalnya tidak
hanya membuat saya termotivasi lagi, tapi juga menyediakan saya dengan
solusi atas masalah saya. Kebiasaan ini – dikombinasikan dengan tindakan
– akan memperjelas hal-hal yang anda inginkan, metode apa yang terbaik
bagi anda dan semua peluang serta batasan dalam perkembangan diri anda.
8. Kegagalan Untuk Atau Tidak Berkeinginan Untuk Memahami Diri Anda Sendiri
Untuk mengubah diri anda; anda harus memahami proses yang terjadi di
dalam diri anda. Bagaimana emosi anda bekerja, ego anda bekerja,
bagaimana pengalaman masa lalu serta kebiasaan anda dapat mempengaruhi
anda. Serta apa yang bisa anda lakukan mengenai hal-hal tersebut.
Bagaimana anda bisa membantu diri anda sendiri. Bahkan jika anda
berusaha mengubah bagian diri anda yang benar-benar ingin anda ubah.
Jadi menurut pendapat saya, jangan hanya berpegang pada 1 orang guru
serta 1 pemikiran. Bacalah buku atau dengarkan materi-materi lain yang
berasal dari penulis ternama untuk memperluas wawasan anda dan
memberikan anda sejumlah solusi atas masalah-masalah anda.
Cobalah menjadi lebih mawas diri; sadari proses yang terjadi dalam
diri anda ketika anda menjadi marah, merasa depresi, cemburu atau iri
hati. Cobalah untuk bertindak berbeda dari yang biasa anda lakukan.
Daripada mengambil tindakan seperti yang biasa anda lakukan,
terapkanlah apa yang telah anda pelajari untuk menangani kebiasaan anda.
Jika anda gagal – sama halnya dengan kebanyakan orang, paculah terus
diri anda – luangkan waktu untuk menganalisa mengapa anda merasakan atau
melakukan tindakan negatif tersebut.
Jika anda tidak memiliki kendali atas tindakan anda, akan sangat
sulit untuk membantu diri anda dan orang lain. Anda akan menemukan
solusi yang tidak efektif, menjadi tidak bersemangat, dan pada akhirnya
berhenti untuk terus berkembang.
9. Tidak Mengambil Tanggung Jawab Atas Diri Anda Sendiri
Hal ini sangatlah penting. Jangan salahkan orang lain. Andalah yang dapat melakukan perubahan tersebut.
Itulah 9 hal yang dapat menghambat perkembangan diri anda dan saya
yakin masih banyak ha-hal lainnya. Namun saya akan tambahkan poin-poin
lain pada lain kesempatan.
Jika anda mempunyai usulan-usulan lain, silahkan untuk menambahkan di kolom komentar.
Apr 14th, 2010
by Arswino Sonata.
Rintangan terbesar untuk sukses bagi kebanyakan orang kelihatannya
adalah penundaan. Oleh karenanya, komponen terpenting dari manajemen
waktu (time management) pun adalah menghindari penundaan.
Menghindari penundaan juga sangat krusial jika kita ingin
merealisasikan impian-impian kita. Ini membutuhkan usaha yang
sungguh-sungguh, sebab kita terlibat langsung didalamnya dan harus
diakui hal ini memang cukup sulit untuk diatasi. Kita harus menjaga
pikiran tetap fokus pada mimpi-mimpi kita dan memelihara hasrat kita
dalam mencapai mimpi-mimpi tersebut, sehingga godaan-godaan yang kita
temui tidak meruntuhkan keinginan kita untuk sukses.
Ada banyak alasan mengapa kita menunda – dan semua dari kita pernah melakukannya.
1. Takut salah atau gagal
Wah sepertinya bosan ya berbicara tentang takut gagal. Namun tidak
apa-apa ya saya ulas kembali supaya lebih menempel di pikiran para
pembaca sekalian.
Banyak dari antara kita tidak berani memulai atau berhenti melakukan
sesuatu karena kita takut jika harus terjatuh. Kita juga sering
mempunyai ketakutan lain jika kita tetap mengambil tindakan dan akhirnya
jatuh, kita takut dianggap gagal oleh orang lain. Dicap sebagai orang
gagal bagi kebanyakan orang adalah suatu hal yang sangat memalukan.
Padahal sebetulnya anggapan itu mungkin hanya sebuah prasangka saja, dan
kalaupun betul untuk apa kita memikirkan anggapan tersebut; apa
untungnya bagi kita? Apakah kita hidup dari anggapan orang lain?
Namun jika kita hanya berbicara tentang harapan dan impian saja,
tanpa ada usaha yang kuat untuk merealisasikannya, impian kita hanyalah
sebatas impian, tidak akan menjadi sebuah realita.
Meskipun sebuah tujuan tidak tercapai, tindakan mencoba sendiri
adalah sebuah penghargaan. Pembelajaran terbesar didapat dari
pengalaman-pengalaman, yang tentu saja lewat tindakan-tindakan. Banyak
orang mengakui seseorang dari usaha-usaha yang ia lakukan dibanding
dengan hasilnya. Tindakan mencoba adalah tindakan yang penuh keberanian,
sebaliknya tindakan menunda adalah sebuah tindakan yang pengecut.
Jangan terjebak oleh kata takut sebagai alasan untuk menunda sesuatu.
2. Merasa Kewalahan
Seringkali kita melihat pada sebuah tujuan kemudian merasakan bahwa
ada banyak sekali hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut, dan akhirnya kita merasa kewalahan sendiri. Perasaan kewalahan
tersebut akhirnya melumpuhkan kita, mencegah kita dari usaha mengambil
langkah pertama.
Untuk setiap tujuan yang anda miliki dalam hidup, pecahlah tujuan
tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (lihat juga artikel
Bagaimana Tetap Termotivasi Untuk Menyelesaikan Apa Yang Telah Anda Mulai).
Tentukan tindakan apa saja yang diperlukan untuk masing-masing bagian
tersebut agar dapat berhasil. Jika melihat pada ’lukisan besar’ membuat
kepala anda penat, lihatlah pada langkah-langkah kecil selama
perjalanan. Selesaikan bagian kecil tersebut satu per satu, tanpa perlu
khawatir dengan bagian kecil berikutnya. Rayakan setiap
keberhasilan-keberhasilan kecil, dan tanpa ada sadari kelak anda
mencapai tujuan besar anda.
3. Sifat Alami Manusia
Kita secara alami cenderung menghindari kegagalan karena menyebabkan
kita sakit atau menderita dan condong melakukan hal-hal yang dapat
membuat kita senang. Agar kita terhindar dari penundaan, komitlah pada
diri anda sendiri untuk melakukan tugas-tugas yang tidak menyenangkan
terlebih dahulu. Miliki sikap ’saya bisa’, dan sadari bahwa semakin
cepat anda memulai serta semakin keras anda bekerja, maka semakin cepat
pula tugas tersebut akan berakhir.
4. Sudut pandang
Jika kita melihat suatu tugas sebagai sebuah hal yang sulit, maka
akan sulitlah tugas tersebut. Daripada kita pasrah, lebih baik
melihatnya sebagai sebuah peluang untuk diatasi. Misalkan jika anda
diminta untuk menyelesaikan sebuah penelitian, lihatlah hal tersebut
sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru dan
peningkatan mental anda. Menyelami proyek tersebut dengan penuh
antusias, merasakan bahwa setiap proses yang anda lalui akan
meningkatkan kemampuan anda, anda dapat merubah tugas menjadi sebuah
kesenangan.
Sebuah ironi tentang penundaan :
Banyak dari kita mengeluh
bahwa kita tidak memiliki banyak waktu, sementara kita menghabiskan
waktu untuk duduk-duduk tanpa mengerjakan apa-apa, mengkhawatirkan
pekerjaan/tugas yang sedang menunggu kita.
Kita tidak mengetahui kemana takdir akan membawa kita esok hari, jadi
kita lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan hari ini. Jangan
biarkan penundaan menguburkan harapan dan impian anda.
Apr 4th, 2010
by Arswino Sonata.
Kritik bisa menjadi hal yang menyakitkan. Namun jika kritik yang
diberikan memang beralasan, kritik bisa memberikan anda masukan baru
untuk diri anda dan kehidupan anda.
Kebanyakan tips di artikel ini dapat digunakan untuk mengatasi kritik
yang ditujukan pada anda dengan cara yang lebih baik. Namun disini saya
juga ingin menunjukkan bahwa sangatlah berguna untuk memeriksa kembali
tujuan anda pada saat anda merasa anda harus mengkritik seseorang.
Dengan memeriksa diri anda, anda bisa semakin mengenal kehidupan anda
saat ini dan pendapat anda mengenai diri anda sendiri.
1. Mengerti Melalui Pengalaman
”Jangan mengkritik apa yang tak kau pahami. Kau tidak akan pernah berada pada posisi orang itu.”
- Elvis Presley -
”Setiap orang bodoh bisa mengkritik, menuduh dan mengeluh; dan kebanyakan orang bodoh melakukan hal itu.”
- Benjamin Franklin -
Sangatlah mudah untuk jatuh dalam perangkap untuk selalu mengkritik.
Namun apakah anda benar-benar mengerti apa yang anda kritik?
Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menemukan bahwa seseorang
cenderung tidak mengkritik jika ia telah mengalaminya sendiri dan
memahaminya. Berbeda jika orang tersebut hanya memiliki pengetahuan saja
dan tidak pernah mengalaminya sendiri.
Sangatlah mudah untuk bertindak seperti seorang bos, selalu
mengetahui apa yang benar sesuai dengan pandangan anda sendiri.
Mengkritik membuat anda merasa enak dan seakan-akan andalah yang benar.
Namun pada akhirnya, orang yang mengkritik tidak akan memperoleh keuntungan atau manfaat apapun.
2. Ingatlah Siapa yang Akhirnya Memperoleh Manfaat
“Bukanlah kritik yang anda berikan untuk diperhitungkan; bukan
orang yang menjatuhkan seseorang yang kuat atau seseorang yang hanya
berniat untuk melakukan yang lebih baik namun tidak melakukannya.
Manfaat dari kritik akan diterima oleh orang yang sedang berada di
arena; yang wajahnya dipenuhi oleh debu, keringat, dan darah, yang
berjuang, yang melakukan kesalahan dan gagal berulang kali; karena tidak
ada usaha tanpa adanya kegagalan dan kesalahan. Namun manfaat terbesar
diterima oleh seseorang yang meraih keberhasilan; seseorang yang
memiliki antusiasme, dedikasi, seseorang yang menghabiskan waktu
melakukan sesuatu yang berharga; seseorang yang mengetahui bahwa pada
akhirnya ia akan memperoleh kemenangan. Dan kalaupun ia gagal,
setidaknya ia gagal setelah berusaha dengan sangat keras. Sehingga
tempat ia berada bukanlah bersama dengan orang-orang yang negatif dan
penakut yang tidak pernah mengenal apa arti kemenangan atau kekalahan.”
- Theodore Roosevelt -
Kalimat luar biasa dan pemikiran yang perlu anda selalu ingat.
Terutama bagi mereka yang berada diluar sana dan memilih untuk bekerja
keras. Pilihan yang tidak diambil oleh semua orang. Anda bisa saja
berdiri di samping dan mengktitik, yang tentunya merupakan pilihan yang
lebih mudah.
Namun hanya berdiam diri menyaksikan kehidupan dan tidak menjalaninya
bukanlah keputusan terbaik. Karena setiap kali anda berdiri di samping
dan hanya menyaksikan kehidupan berjalan; anda mungkin tidak melakukan
hal-hal yang anda rasakan. Sikap seperti ini membuat anda merasa tidak
nyaman dengan diri anda sendiri atau terhadap kehidupan anda.
3. Fokuslah Pada Hal-Hal Yang Membantu Anda
”Seorang artis tidak memiliki waktu untuk mendengarkan kritik.
Seseorang yang ingin menjadi penulis membaca ulasan, sementara seseorang
yang ingin menulis tidak memiliki waktu untuk membaca ulasan.”
- William Faulkner -
Jika anda sedang mengerjakan apa yang anda ingin kerjakan, mengalami
kegagalan, mempelajarinya dan mengulanginya terus menerus; berarti anda
melakukan sesuatu yang menurut anda berharga.
Keep your eyes on the ball. Istilah ini sangatlah bermanfaat
bagi anda untuk tetap berfokus. Jika anda sedang bertanding dan melihat
ke bagian samping lapangan, anda mungkin melihat orang mengejek dan
sebagian menyemangati anda. Namun untuk memperoleh hasil yang anda
inginkan, anda harus fokus. Fokuslah pada apa yang sedang anda lakukan
di lapangan.
Masalahnya adalah jika anda mendengarkan suara-suara positif
tersebut, maka anda mau tidak mau juga harus mendengarkan suara-suara
negatif nya. Bagaimana anda bisa melalui masalah ini? Jangan tentukan
diri anda berdasarkan pendapat orang lain. Daripada melakukan hal itu,
jadilah diri anda sendiri dengan memfokuskan pada hal-hal positif yang
anda pikirkan dan lakukan. Serta kenalilah diri anda sendiri, bukan apa
yang orang lain pikirkan mengenai diri anda.
Pendapat saya mengenai pujian – pendapat yang selalu saya jadikan
pegangan – adalah pujian merupakan sesuatu hal yang baik dan saya sangat
menghargainya. Sangatlah baik untuk memperoleh pujian, namun seringkali
saya menjadi terlalu senang sampai saya lupa diri.
Kebalikan dari pemikiran ini adalah ketika anda menerima kritik
negatif. Anda bisa mencerna kritik semacam ini tanpa terlalu banyak
emosi negatif menghalangi pikiran anda. Hal ini memungkinkan anda
menghargai kritik yang diberikan (jika memang ada sesuatu yang bisa anda
pelajari).
Pada dasarnya pemikiran ini bekerja dengan tidak mempedulikan apa
pendapat orang lain mengenai diri anda. Jika anda memikirkan pendapat
orang lain, anda akan menjadi seseorang yang bergantung pada orang lain
dan membiarkan pendapat orang lain mengendalikan anda.
4. Jangan Terima Kritik
“Seorang pria menyela kuliah yang diberikan Buddha dengan
sejumlah makian. Buddha menunggu sampai pria tersebut selesai lalu
bertanya, “Jika seorang menawarkan sebuah hadiah namun hadiah tersebut
ditolak; siapa yang menjadi pemilik hadiah tersebut?”
“Milik orang yang menawarkan hadiah tersebut,” kata sang pria.
”Nah,” kata sang Buddha, “Saya menolak makian serta permintaan anda.”
Jangan terima kritik yang ditujukan pada anda. Anda tidak harus
menerimanya. Maka kritik tersebut akan menjadi milik orang yang
mengkritik.
Hal ini tentunya lebih mudah dikatakan daripada dilakukan; membiarkan
orang lain menyimpan perasaan serta pendapat mereka sendiri daripada
membiarkan perasaan dan pendapat tersebut menjadi bagian diri anda.
Bahkan merasa bertanggung jawab atas pendapat serta pikiran orang lain
tersebut.
Namun, seseorang bisa melakukannya jika ia menyadari apa yang Buddha
deskripsikan. Lalu anda bisa menolak hadiah yang diberikan daripada
memikirkan bahwa anda harus menerima hadiah tersebut. Hal ini mungkin
tidak selalu berhasil setiap saat, terutama jika anda sedang emosional
dan rapuh. Namun, hal ini tetap perlu anda ingat.
5. Siapa Yang Sedang Anda Bicarakan?
”Ketika kita menghakimi atau mengkritik orang lain, kritik
tersebut tidak tertuju pada orang yang anda kritik; kritik tersebut
mengatakan sesuatu tentang kebutuhan pribadi kita untuk menjadi kritis.”
- Anonim -
Ketika anda mengkritik seseorang, apa arti kritik tersebut bagi anda?
Dan ketika seseorang mengkritik anda, siapa yang sedang menunjukkan
dirinya yang sebenarnya?
Jika seseorang menyerang anda secara pribadi atau melepaskan
kata-kata yang menghancurkan; ingatlah bahwa kritik yang ia utarakan
tidak selalu mengenai diri anda. Kritik menjadi sarana bagi orang yang
memberikan kritik untuk melepaskan atau menyalurkan rasa marah,
frustrasi atau kecemburuannya. Atau sebuah cara untuk memaksakan sudut
pandang atau pahamnya sebagai hal yang benar. Atau ia mungkin memiliki
kebiasaan untuk memancing emosi orang lain untuk mengundang perdebatan,
perkelahian atau untuk mendapatkan perhatian. Dalam hal ini yang menjadi
masalah adalah orang tersebut. Bukan karena apa yang anda lakukan.
Ingatlah bahwa orang tersebut hanyalah manusia dan mungkin saja ia sedang mengalami hari atau minggu yang buruk.
Hal ini tidak hanya berlaku bagi orang lain, namun juga berlaku bagi
anda. Ketika anda merasa harus mengkritik; tanyakan alasannya pada diri
anda terlebih dahulu. Ketika anda mengkritik orang yang sebenarnya tidak
perlu anda kritik, ingatlah bahwa anda menyakiti diri anda sendiri dan
memaksakan pemikiran serta ego anda dengan sikap semacam ini.
6. Ada Pilihan Yang Lebih Baik
”Saya belum menemukan seorang pun, terlepas dari apapun
kedudukannya, yang tidak bekerja dengan lebih baik bahkan memberikan
segenap kemampuannya jika ia mendapatkan pengakuan dibandingkan dengan
jika ia bekerja dibawah kritik.”
- Charles Schwab -
Jadi, apa yang bisa dilakukan seseorang selain mengkritik orang lain
agar mereka memperbaiki diri? Salah satunya adalah dengan menyemangati
mereka; dengan memfokuskan diri pada hal-hal baik yang mereka lakukan
dan bagaimana mereka bisa terus memperbaiki diri dan tidak mengacaukan
segalanya.
Seperti yang dikatakan Schwab, dan sama halnya dengan yang sudah anda
pahami dari kehidupan anda, dengan memberikan semangat pada orang lain,
contohnya memberikan semangat pada seseorang di tempat kerja akan
memiliki dampak positif bagi mood, produktivitas, antusiasme dan
motivasi.
Energi akan mengalir ke tempat perhatian anda tertuju. Jadi kemanapun
perhatian anda tertuju – kritik atau memberi semangat pada orang lain –
energi anda akan bertambah kuat. Seseorang mungkin berpendapat bahwa
kritik tajam akan membantu dan memberikan hasil. Namun sebenarnya kritik
akan mengecewakan orang lain dan mengganggu emosinya.
7. Terimalah Fakta Bahwa Kritik Akan Selalu Ada
”Kritik bukanlah sesuatu yang bisa kita hindari dengan mudah
dengan tidak mengatakan sesuatu, dan tidak menjadi diri anda sendiri.”
- Aristoteles -
Karena kritik seringkali merupakan salah satu bentuk ekspresi diri
sendiri dari orang yang memberi kritik atau karena berdasarkan kurangnya
pemahaman terhadap sesuatu, maka tidak ada banyak hal yang bisa anda
lakukan untuk menjauhi kritik. Namun anda bisa mengurangi interaksi
dengan orang-orang yang sangat negatif dan suka mengkritik. Atau
tetaplah fokus pada hal-hal yang sedang anda kerjakan daripada kritik
yang ada.
Namun apapun yang anda lakukan, beberapa orang memiliki kebutuhan untuk mengkritik.
Apapun yang anda kerjakan, akan selalu ada orang-orang yang tidak
menyukai hal-hal yang anda kerjakan, dan hal itu merupakan sesuatu yang
wajar.
Seperti yang dikatakan oleh Eleanor Roosevelt:
”Lakukan sesuai dengan apa yang hati anda katakan – karena anda akan
tetap menerima kritikan. Anda akan dikutuk jika anda melakukannya, dan
dikutuk jika anda tidak melakukannya.”